Barisan dan deret, dua konsep matematika yang seringkali menjadi momok bagi sebagian siswa kelas 3 SMA. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan latihan yang konsisten, materi ini justru bisa menjadi poin penting untuk meraih nilai maksimal, baik di dalam kelas maupun dalam berbagai ujian penting seperti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) atau bahkan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Artikel ini akan membawa Anda menyelami lebih dalam tentang barisan dan deret, mulai dari konsep dasar hingga berbagai jenis soal yang sering muncul, lengkap dengan pembahasan mendalam.
Apa Itu Barisan dan Deret? Memahami Fondasi
Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita segarkan kembali ingatan kita tentang definisi barisan dan deret.

Barisan adalah susunan bilangan yang diurutkan berdasarkan aturan tertentu. Setiap bilangan dalam susunan tersebut disebut suku barisan.
Contoh:
- 2, 4, 6, 8, … (barisan bilangan genap)
- 1, 3, 5, 7, … (barisan bilangan ganjil)
- 3, 9, 27, 81, … (barisan bilangan berpola perkalian)
Deret adalah jumlahan suku-suku dari suatu barisan.
Contoh:
- 2 + 4 + 6 + 8 + … (deret dari barisan bilangan genap)
- 1 + 3 + 5 + 7 + … (deret dari barisan bilangan ganjil)
Dalam materi barisan dan deret, kita akan fokus pada dua jenis utama: Barisan Aritmetika dan Barisan Geometri.
1. Barisan dan Deret Aritmetika: Pola Penjumlahan Konstan
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki selisih yang tetap antara dua suku berurutan. Selisih ini disebut beda (b).
Rumus Suku ke-n Barisan Aritmetika:
$U_n = a + (n-1)b$
Dimana:
- $U_n$ adalah suku ke-n
- $a$ adalah suku pertama
- $n$ adalah nomor suku
- $b$ adalah beda (selisih)
Rumus Jumlahan n Suku Pertama Deret Aritmetika:
$S_n = fracn2 $
Atau
$S_n = fracn2 (a + U_n)$
Contoh Soal 1 (Tingkat Dasar):
Diketahui barisan aritmetika: 5, 9, 13, 17, …
Tentukan suku ke-10 dan jumlah 10 suku pertama!
Pembahasan:
Pertama, kita identifikasi suku pertama ($a$) dan beda ($b$).
- $a = 5$
- $b = 9 – 5 = 4$ (atau $13 – 9 = 4$, dan seterusnya)
Untuk mencari suku ke-10 ($U10$):
$U10 = a + (10-1)b$
$U10 = 5 + (9) times 4$
$U10 = 5 + 36$
$U_10 = 41$
Untuk mencari jumlah 10 suku pertama ($S10$):
$S10 = frac102 $
$S10 = 5 $
$S10 = 5 $
$S10 = 5 $
$S10 = 230$
Jadi, suku ke-10 adalah 41 dan jumlah 10 suku pertama adalah 230.
Contoh Soal 2 (Tingkat Menengah):
Suku ke-3 sebuah barisan aritmetika adalah 11, dan suku ke-7 adalah 23. Tentukan suku pertama dan bedanya, serta jumlah 15 suku pertama!
Pembahasan:
Kita gunakan informasi yang diberikan untuk membentuk persamaan.
- Suku ke-3 ($U_3$) = 11 $implies a + (3-1)b = 11 implies a + 2b = 11$ (Persamaan 1)
- Suku ke-7 ($U_7$) = 23 $implies a + (7-1)b = 23 implies a + 6b = 23$ (Persamaan 2)
Sekarang kita selesaikan sistem persamaan linear dua variabel ini. Kita bisa menggunakan metode eliminasi. Kurangi Persamaan 2 dengan Persamaan 1:
$(a + 6b) – (a + 2b) = 23 – 11$
$4b = 12$
$b = 3$
Setelah mendapatkan beda, substitusikan $b=3$ ke salah satu persamaan untuk mencari $a$. Gunakan Persamaan 1:
$a + 2b = 11$
$a + 2(3) = 11$
$a + 6 = 11$
$a = 5$
Jadi, suku pertama ($a$) adalah 5 dan bedanya ($b$) adalah 3.
Sekarang kita hitung jumlah 15 suku pertama ($S15$):
$S15 = frac152 $
$S15 = frac152 $
$S15 = frac152 $
$S15 = frac152 $
$S15 = 15 times 26$
$S_15 = 390$
Jadi, suku pertama adalah 5, bedanya adalah 3, dan jumlah 15 suku pertama adalah 390.
2. Barisan dan Deret Geometri: Pola Perkalian Konstan
Barisan geometri adalah barisan bilangan yang memiliki perbandingan yang tetap antara dua suku berurutan. Perbandingan ini disebut rasio (r).
Rumus Suku ke-n Barisan Geometri:
$U_n = a cdot r^n-1$
Dimana:
- $U_n$ adalah suku ke-n
- $a$ adalah suku pertama
- $n$ adalah nomor suku
- $r$ adalah rasio
Rumus Jumlahan n Suku Pertama Deret Geometri:
- Jika $r > 1$ atau $r < -1$: $S_n = fraca(r^n – 1)r – 1$
- Jika $-1 < r < 1$: $S_n = fraca(1 – r^n)1 – r$
Contoh Soal 3 (Tingkat Dasar):
Diketahui barisan geometri: 2, 6, 18, 54, …
Tentukan suku ke-5 dan jumlah 5 suku pertama!
Pembahasan:
Pertama, kita identifikasi suku pertama ($a$) dan rasio ($r$).
- $a = 2$
- $r = frac62 = 3$ (atau $frac186 = 3$, dan seterusnya)
Untuk mencari suku ke-5 ($U_5$):
$U_5 = a cdot r^5-1$
$U_5 = 2 cdot 3^4$
$U_5 = 2 cdot 81$
$U_5 = 162$
Untuk mencari jumlah 5 suku pertama ($S_5$). Karena $r=3 > 1$, kita gunakan rumus pertama:
$S_5 = fraca(r^5 – 1)r – 1$
$S_5 = frac2(3^5 – 1)3 – 1$
$S_5 = frac2(243 – 1)2$
$S_5 = 242$
Jadi, suku ke-5 adalah 162 dan jumlah 5 suku pertama adalah 242.
Contoh Soal 4 (Tingkat Menengah):
Suku ke-2 sebuah barisan geometri adalah 10, dan suku ke-4 adalah 40. Tentukan rasio, suku pertama, dan jumlah 6 suku pertama!
Pembahasan:
Kita gunakan informasi yang diberikan untuk membentuk persamaan.
- Suku ke-2 ($U_2$) = 10 $implies a cdot r^2-1 = 10 implies ar = 10$ (Persamaan 1)
- Suku ke-4 ($U_4$) = 40 $implies a cdot r^4-1 = 40 implies ar^3 = 40$ (Persamaan 2)
Untuk mencari rasio ($r$), kita bagi Persamaan 2 dengan Persamaan 1:
$fracar^3ar = frac4010$
$r^2 = 4$
$r = pm 2$
Kita akan bahas kedua kemungkinan nilai $r$:
Kasus 1: $r = 2$
Substitusikan $r=2$ ke Persamaan 1:
$a cdot r = 10$
$a cdot 2 = 10$
$a = 5$
Jadi, jika $r=2$, maka $a=5$.
Jumlah 6 suku pertama ($S_6$):
$S_6 = fraca(r^6 – 1)r – 1$
$S_6 = frac5(2^6 – 1)2 – 1$
$S_6 = frac5(64 – 1)1$
$S_6 = 5(63)$
$S_6 = 315$
Kasus 2: $r = -2$
Substitusikan $r=-2$ ke Persamaan 1:
$a cdot r = 10$
$a cdot (-2) = 10$
$a = -5$
Jadi, jika $r=-2$, maka $a=-5$.
Jumlah 6 suku pertama ($S_6$):
Karena $r=-2 < -1$, kita gunakan rumus $S_n = fraca(r^n – 1)r – 1$:
$S_6 = frac-5((-2)^6 – 1)-2 – 1$
$S_6 = frac-5(64 – 1)-3$
$S_6 = frac-5(63)-3$
$S_6 = frac-315-3$
$S_6 = 105$
Jadi, ada dua kemungkinan jawaban tergantung nilai rasio:
- Jika $r=2$, maka $a=5$, dan $S_6 = 315$.
- Jika $r=-2$, maka $a=-5$, dan $S_6 = 105$.
Dalam soal ujian, biasanya akan ada petunjuk tambahan jika hanya satu jawaban yang diinginkan (misalnya, "jika suku-suku barisan positif").
3. Barisan dan Deret Tak Hingga: Konvergensi dan Divergensi
Untuk deret geometri tak hingga, kita perlu memahami konsep konvergensi (deret memiliki jumlah yang terhingga) dan divergensi (deret tidak memiliki jumlah yang terhingga).
Sebuah deret geometri tak hingga akan konvergen jika nilai mutlak rasionya kurang dari 1 (yaitu, $-1 < r < 1$). Jika tidak, deret tersebut akan divergen.
Rumus Jumlah Deret Geometri Tak Hingga yang Konvergen:
$S_infty = fraca1 – r$
Contoh Soal 5 (Tingkat Lanjut):
Tentukan jumlah dari deret geometri tak hingga berikut: 8, 4, 2, 1, …
Pembahasan:
Pertama, identifikasi suku pertama ($a$) dan rasio ($r$).
- $a = 8$
- $r = frac48 = frac12$
Karena $r = frac12$, maka $-1 < r < 1$. Deret ini konvergen.
Gunakan rumus jumlah deret tak hingga:
$Sinfty = fraca1 – r$
$Sinfty = frac81 – frac12$
$Sinfty = frac8frac12$
$Sinfty = 8 times 2$
$S_infty = 16$
Jadi, jumlah deret geometri tak hingga tersebut adalah 16.
Contoh Soal 6 (Tingkat Lanjut – Aplikasi):
Jumlah tiga bilangan pertama dari suatu barisan geometri adalah 13, dan jumlah tak hingganya adalah 27. Tentukan suku pertama dan rasio barisan tersebut!
Pembahasan:
Kita memiliki dua informasi yang dapat diubah menjadi persamaan:
- Jumlah tiga suku pertama ($S_3$) = 13
- Jumlah tak hingga ($S_infty$) = 27
Dari $S_infty = 27$, kita tahu bahwa $fraca1 – r = 27$.
Ini bisa kita ubah menjadi $a = 27(1 – r)$ (Persamaan A).
Dari $S_3 = 13$, kita gunakan rumus deret geometri:
$fraca(r^3 – 1)r – 1 = 13$
Kita tahu bahwa $r^3 – 1 = (r-1)(r^2+r+1)$. Jadi,
$fraca(r-1)(r^2+r+1)r – 1 = 13$
$a(r^2+r+1) = 13$ (Persamaan B)
Sekarang, substitusikan Persamaan A ke Persamaan B:
$27(1 – r)(r^2+r+1) = 13$
Perhatikan bahwa $(1-r)(r^2+r+1) = -(r-1)(r^2+r+1) = -(r^3-1)$.
Jadi, $27 times (-(r^3-1)) = 13$
$-27(r^3-1) = 13$
$r^3 – 1 = -frac1327$
$r^3 = 1 – frac1327$
$r^3 = frac27 – 1327$
$r^3 = frac1427$
Tunggu, ada kesalahan dalam logika. Mari kita coba substitusi $a$ ke dalam $S_3$ dengan cara lain.
$S_3 = a + ar + ar^2 = 13$
$a(1+r+r^2) = 13$
Dari $S_infty = 27$, kita punya $fraca1-r = 27$.
Ini berarti $a = 27(1-r)$.
Substitusikan $a$ ke dalam persamaan $S_3$:
$27(1-r)(1+r+r^2) = 13$
Kita tahu bahwa $(1-r)(1+r+r^2) = 1 – r^3$.
Jadi, $27(1 – r^3) = 13$
$1 – r^3 = frac1327$
$r^3 = 1 – frac1327$
$r^3 = frac1427$
Hmm, sepertinya ada yang kurang tepat dalam angka soal ini atau cara berpikir saya. Mari kita coba pendekatan lain untuk $S_3$.
$S3 = a(1+r+r^2) = 13$
$Sinfty = fraca1-r = 27$
Dari $S_infty$, kita dapatkan $a = 27(1-r)$.
Substitusikan ini ke $S_3$:
$27(1-r)(1+r+r^2) = 13$
$27(1-r^3) = 13$
$1-r^3 = 13/27$
$r^3 = 1 – 13/27 = 14/27$.
Nilai $r$ dari $r^3 = 14/27$ bukanlah bilangan rasional yang mudah. Kemungkinan soal ini memiliki angka yang berbeda atau ada trik yang terlewat.
Mari kita asumsikan soalnya seperti ini:
Jumlah tiga suku pertama dari suatu barisan geometri adalah 13, dan jumlah tak hingganya adalah $frac131-frac13 = frac132/3 = 13 times frac32 = frac392$. Jika $S_infty = frac392$ dan $S_3 = 13$.
Dari $S_infty = frac392 implies fraca1-r = frac392 implies a = frac392(1-r)$.
Dari $S_3 = 13 implies a(1+r+r^2) = 13$.
Substitusikan $a$:
$frac392(1-r)(1+r+r^2) = 13$
$frac392(1-r^3) = 13$
$1-r^3 = 13 times frac239$
$1-r^3 = frac23$
$r^3 = 1 – frac23$
$r^3 = frac13$
Ini juga bukan nilai $r$ yang mudah. Mari kita coba dengan angka yang umum.
Misalkan: $S_infty = 18$ dan $S_3 = 26$.
Dari $S_infty = 18 implies fraca1-r = 18 implies a = 18(1-r)$.
Dari $S_3 = 26 implies a(1+r+r^2) = 26$.
Substitusikan $a$:
$18(1-r)(1+r+r^2) = 26$
$18(1-r^3) = 26$
$1-r^3 = frac2618 = frac139$
$r^3 = 1 – frac139 = -frac49$. Masih belum mudah.
Kembali ke soal asli, mari kita coba pecahkan:
$S_infty = fraca1-r = 27 implies a = 27(1-r)$
$S_3 = a + ar + ar^2 = 13$
Substitusikan $a$ ke $S_3$:
$27(1-r) + 27(1-r)r + 27(1-r)r^2 = 13$
$27(1-r) = 13$
$27 (1 – r^3) = 13$
$1 – r^3 = frac1327$
$r^3 = 1 – frac1327 = frac1427$
Baik, ternyata ada kemungkinan memang nilai $r$ tidak bulat. Jika $r^3 = frac1427$, maka $r = sqrtfrac1427 = fracsqrt143$.
Ini adalah nilai rasio yang valid.
Mencari suku pertama $a$:
$a = 27(1-r)$
$a = 27 left(1 – fracsqrt143right)$
$a = 27 – 9sqrt14$
Ini adalah jawaban yang kompleks, dan biasanya soal ujian akan dirancang agar memiliki solusi yang lebih sederhana. Kemungkinan besar, ada angka yang sedikit berbeda pada soal yang Anda temui. Namun, proses penyelesaiannya adalah seperti di atas. Kuncinya adalah menggunakan rumus yang tepat dan menyusun sistem persamaan.
Tips Jitu Menguasai Barisan dan Deret:
- Pahami Konsep Dasar: Pastikan Anda benar-benar paham perbedaan antara barisan dan deret, serta definisi aritmetika dan geometri.
- Hafalkan Rumus: Rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama adalah pondasi. Hafalkan dan pahami kapan menggunakan rumus yang mana.
- Identifikasi Jenis Barisan: Soal seringkali tidak secara eksplisit menyebutkan "aritmetika" atau "geometri". Perhatikan polanya: apakah ada selisih yang konstan (aritmetika) atau perbandingan yang konstan (geometri).
- Latihan Soal Bervariasi: Mulai dari soal dasar, lalu tingkatkan ke soal menengah, dan coba soal aplikasi atau soal cerita. Semakin banyak latihan, semakin terbiasa Anda mengenali pola dan strategi penyelesaian.
- Perhatikan Detail Soal: Baca soal dengan teliti. Apakah yang ditanya suku ke-n, jumlah n suku, atau suku tak hingga? Perhatikan juga kondisi seperti $r > 1$ atau $-1 < r < 1$.
- Jangan Takut Angka Pecahan atau Negatif: Barisan dan deret bisa melibatkan angka pecahan atau rasio negatif. Latihlah diri Anda untuk tetap tenang dan teliti dalam perhitungan.
- Cek Ulang Jawaban: Jika memungkinkan, cek kembali perhitungan Anda. Untuk barisan aritmetika, Anda bisa menghitung beberapa suku berikutnya secara manual untuk memverifikasi.
Kesimpulan
Barisan dan deret merupakan materi fundamental dalam matematika SMA yang aplikasinya cukup luas. Dengan memahami definisi, menghafalkan rumus, dan berlatih secara konsisten, Anda akan mampu menaklukkan berbagai jenis soal yang dihadapi. Jangan pernah berhenti mencoba, karena setiap soal yang terselesaikan akan memperkuat pemahaman Anda dan membawa Anda lebih dekat pada kesuksesan akademis. Selamat belajar!


Tinggalkan Balasan